Server yang dirawat, bukan sekadar dinyalakan.
Penyiapan, pengamanan, dan perawatan server serta layanan awan untuk aplikasi lembaga dan usaha. Tim pemilik bisa fokus pada pekerjaannya, sementara urusan teknis server tercatat dan terjadwal.
Pengelolaan server dan awan dalam satu alur.
Server yang sudah menyala tetap butuh orang yang mengurusnya setiap minggu.
Infrastruktur server mencakup semua pekerjaan di bawah aplikasi: memilih dan menyiapkan server, mengamankan sistem operasi, memasang basis data, mengatur cadangan, memantau pemakaian, lalu merawat semuanya agar tetap layak dipakai. Pekerjaan ini jarang terlihat, tetapi menentukan apakah aplikasi bisa dibuka ketika pengguna membutuhkannya.
Layanan ini ditujukan bagi lembaga dan usaha yang menjalankan aplikasi sendiri: pemerintah daerah dengan portal layanan warga, sekolah dan pesantren dengan sistem informasi, toko online, sampai perusahaan dengan aplikasi internal. Cocok juga bagi tim yang memiliki pengembang aplikasi, tetapi belum punya orang yang khusus mengurus server.
Server bisa berada di penyedia awan publik, di VPS, atau di server milik lembaga sendiri. Penyedia awan yang dapat dipakai antara lain Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform (GCP), Microsoft Azure, Alibaba Cloud, dan DigitalOcean, serta penyedia lokal. Pilihan penyedia mengikuti kebutuhan, anggaran, dan aturan penyimpanan data yang berlaku bagi pemilik. Pustekno bukan mitra resmi penyedia tersebut; akun dan tagihan penyedia tetap atas nama pemilik.
Pengelolaan berpegang pada beberapa prinsip sederhana. Setiap perubahan didahului cadangan, sehingga selalu ada jalan kembali. Setiap akses dicatat per orang, bukan dengan satu akun bersama. Setiap pekerjaan terdokumentasi, agar lembaga tidak bergantung pada ingatan satu orang dan bisa berganti pengelola kapan pun tanpa kehilangan pengetahuan tentang servernya sendiri.
Tanda server butuh perhatian.
Masalah server jarang datang tiba-tiba. Biasanya ada tanda kecil yang dibiarkan berbulan-bulan.
Aplikasi melambat saat ramai
Pendaftaran murid baru, pembayaran iuran, atau promo toko membuat server penuh, padahal hari biasa lancar.
Pembaruan tertunda
Sistem operasi, server web, dan basis data tertinggal versi karena tidak ada yang berani menyentuhnya.
Cadangan tidak jelas
Tidak ada yang tahu kapan cadangan terakhir dibuat, disimpan di mana, dan apakah bisa dipulihkan.
Biaya awan membengkak
Server uji yang lupa dimatikan dan ukuran mesin yang berlebihan menambah tagihan setiap bulan.
Bergantung pada satu orang
Hanya satu pengembang yang tahu cara masuk ke server. Saat orang itu tidak ada, semua pekerjaan berhenti.
Log tidak pernah dibaca
Percobaan masuk yang mencurigakan dan galat aplikasi tercatat di log, tetapi tidak ada yang memeriksanya.
Empat kelompok pekerjaan.
Setiap kelompok bisa diambil sendiri atau digabung, tergantung apa yang sudah dimiliki dan apa yang belum ada.
Penyiapan Server dan Awan
Menyiapkan lingkungan server dari awal di penyedia awan, VPS, atau server lembaga.
- Pemilihan ukuran mesin sesuai beban
- Jaringan, firewall, dan pembagian lingkungan uji dan produksi
- Pengaturan skala otomatis bila penyedia mendukung
- Pemantauan biaya dan penyesuaian ukuran
Pengelolaan Server
Administrasi rutin server Linux dan Windows agar tetap aman dan layak pakai.
- Pengamanan sistem operasi dan pembaruan keamanan
- Penyetelan basis data dan server web
- Pengelolaan cadangan dan log
- Pengaturan akses per orang, bukan akun bersama
Rencana Pemulihan Bencana
Menyiapkan cara memulihkan layanan bila server utama rusak, terhapus, atau tidak bisa diakses.
- Cadangan jarak jauh dan replikasi data
- Konfigurasi server pengganti untuk peralihan
- Penetapan batas waktu pemulihan (RTO) dan batas kehilangan data (RPO)
- Uji pemulihan terjadwal
Audit dan Konsultasi
Menilai infrastruktur yang sudah berjalan untuk menemukan pemborosan, celah, dan hambatan.
- Analisis biaya kepemilikan total (TCO)
- Tinjauan titik lambat aplikasi dan server
- Peta jalan penambahan kapasitas
- Laporan temuan dengan urutan perbaikan
Yang sering ikut dibutuhkan.
Migrasi server
Memindahkan aplikasi dan data dari server lama, baik dipindah apa adanya maupun disusun ulang agar lebih sesuai dengan lingkungan baru. Jadwal perpindahan dipilih pada jam sepi.
Otomasi penerapan
Alur rilis yang terotomasi agar pembaruan aplikasi dari pengembang bisa dipasang dengan langkah yang sama setiap kali, bukan disalin manual.
Ketersediaan tinggi
Susunan beberapa server dengan penyeimbang beban, sehingga satu server yang bermasalah tidak langsung menghentikan layanan.
Pemantauan dan peringatan
Pemakaian prosesor, memori, dan ruang penyimpanan dipantau, dan peringatan dikirim ke penanggung jawab ketika angkanya mendekati batas.
Sertifikat dan enkripsi
Sertifikat HTTPS dipasang dan diperpanjang otomatis, dan koneksi ke basis data serta cadangan dienkripsi.
Pemisahan lingkungan
Lingkungan uji dan produksi dipisah, agar percobaan fitur baru tidak mengganggu data yang sedang dipakai pengguna.
Dari audit sampai perawatan rutin.
Setiap perubahan pada server berjalan dengan urutan yang sama, dan selalu didahului cadangan.
Bahan untuk memulai.
Tidak semua harus lengkap. Bagian yang belum ada akan dicatat saat audit awal.
Daftar server dan layanan
Penyedia yang dipakai, alamat server, aplikasi yang berjalan, dan nama domain yang mengarah ke sana.
Akses administrator
Akses ke panel penyedia awan atau server, diberikan melalui akun terpisah, bukan dengan meminjamkan akun pribadi.
Gambaran pemakaian
Jumlah pengguna aktif, waktu ramai, dan besar data yang disimpan, walau hanya perkiraan kasar.
Aturan data
Ketentuan internal atau peraturan yang berlaku, misalnya kewajiban menyimpan data pribadi di dalam negeri.
Pertanyaan yang sering muncul.
01Apa beda server terkelola dan tidak terkelola?
02Penyedia awan apa saja yang bisa dipakai?
03Apakah layanan berhenti selama migrasi?
04Bagaimana cara menjaga layanan tetap berjalan?
05Apa itu RTO dan RPO?
06Apakah bisa hanya audit tanpa pengelolaan?
07Siapa yang memegang akses server?
08Apakah server Windows juga bisa dikelola?
09Bagaimana jika aplikasi dibuat oleh pihak lain?
10Bagaimana dengan harga?
Lapisan lain.
Mulai dari audit server yang ada.
Ceritakan server dan aplikasi yang sedang berjalan. Tim akan membantu memetakan kondisinya, lalu menyusun urutan perbaikan yang sesuai anggaran.