Aplikasi yang mengikuti cara kerja, bukan sebaliknya.
Aplikasi web, mobile, dan desktop untuk lembaga dan usaha yang prosesnya tidak muat di perangkat lunak siap pakai. Dirancang bersama penggunanya, dibangun bertahap, lalu dirawat setelah dipakai.
Untuk siapa layanan ini.
Perangkat lunak yang baik terasa seperti kebiasaan kerja yang dirapikan, bukan aturan baru yang harus dihafal.
Layanan ini membangun aplikasi sesuai pesanan: aplikasi web yang dibuka dari peramban, aplikasi mobile untuk Android dan iOS, aplikasi desktop untuk Windows, macOS, dan Linux, serta server dan API yang menjadi tulang punggungnya.
Penggunanya beragam. Instansi yang butuh sistem layanan warga dengan alur persetujuan khas daerahnya. Sekolah, yayasan, atau pesantren yang ingin aplikasi dengan merek sendiri di atas data yang sudah ada. Usaha yang ingin pelanggannya memesan lewat aplikasi, atau perusahaan yang masih mengandalkan lembar kerja dan pesan berantai untuk pekerjaan inti.
Bila kebutuhannya sudah terjawab oleh platform yang ada, seperti SmartGovt, ASIS, Basmalah, atau Dumoro, saran yang diberikan adalah memakai platform itu lebih dulu. Pembangunan dari awal dipilih ketika memang ada alasan kuat, misalnya proses yang sangat khas, integrasi dengan sistem lama, atau kebutuhan memiliki kode sendiri.
Proyek biasanya dimulai ramping. Versi pertama hanya memuat fitur yang paling sering dipakai, supaya cepat dicoba di lapangan dan masukan pengguna bisa membentuk tahap berikutnya. Cara ini membuat anggaran lebih terkendali dan mengurangi risiko membangun fitur yang ternyata tidak dibutuhkan.
Tanda sebuah proses sudah butuh aplikasi.
Sebagian besar proyek aplikasi tidak dimulai dari ide besar, tetapi dari pekerjaan sehari-hari yang makin melelahkan.
Data tersebar
Data yang sama diketik ulang di beberapa lembar kerja, grup pesan, dan buku catatan. Angka di satu tempat tidak sama dengan tempat lain.
Persetujuan macet
Dokumen menunggu tanda tangan berhari-hari karena tidak ada yang tahu sedang berada di meja siapa.
Aplikasi lama rapuh
Sistem lama hanya dipahami satu orang, sulit diubah, dan pembaruan kecil berisiko merusak bagian lain.
Tidak cocok di ponsel
Petugas lapangan atau pelanggan memakai ponsel, sementara sistemnya hanya nyaman dibuka di komputer kantor.
Sistem tidak saling bicara
Keuangan, gudang, dan layanan pelanggan memakai aplikasi berbeda yang tidak terhubung, sehingga laporan disusun manual.
Lambat saat ramai
Aplikasi melambat atau berhenti saat pengguna banyak, misalnya pada masa pendaftaran atau tutup buku.
Dari layar sampai server.
Empat lapisan yang bisa dikerjakan sekaligus atau dipesan sebagian, misalnya hanya backend untuk aplikasi yang tampilannya dibuat tim lain.
Aplikasi Web
Dari halaman layanan sederhana sampai sistem kerja dengan banyak peran pengguna.
- Progressive Web App yang bisa dipasang dan tetap terbuka saat sinyal lemah
- Sistem internal: persuratan, inventaris, pengadaan, kepegawaian
- Sistem manajemen konten dengan alur penyuntingan sendiri
- Portal pelanggan dan dasbor laporan
- Tampilan yang menyesuaikan layar ponsel, tablet, dan komputer
Aplikasi Mobile
Aplikasi Android dan iOS, baik native maupun lintas platform dari satu basis kode.
- Pengembangan lintas platform dengan Flutter atau React Native
- Mode luring: data disimpan di perangkat lalu disinkronkan
- Notifikasi, kamera, lokasi, dan pemindai kode QR
- Aplikasi pemesanan dan toko untuk pelanggan
- Penghubung ke perangkat IoT dan sensor lapangan
- Pendampingan rilis ke Google Play dan App Store
Backend dan Integrasi
Server, basis data, dan API yang menjaga data tetap utuh dan aman.
- API untuk aplikasi web, mobile, dan mitra
- Integrasi pembayaran, pesan, dan layanan pihak ketiga
- Pemrosesan data waktu nyata dan antrean tugas
- Arsitektur modular atau layanan mikro bila memang diperlukan
- Penerapan di cloud atau server sendiri dengan kontainer
Aplikasi Desktop
Untuk pekerjaan yang butuh akses perangkat keras atau harus tetap jalan tanpa internet.
- Aplikasi Windows, macOS, dan Linux berbasis Electron atau Tauri
- Kerja luring lebih dulu, sinkron saat tersambung
- Akses printer struk, pemindai, timbangan, dan perangkat lain
- Pembaruan otomatis yang terkendali
Teknologi dipilih menurut kebutuhan.
Dari catatan kebutuhan sampai aplikasi yang menyala.
Pekerjaan dibagi menjadi tahap pendek. Setiap tahap menghasilkan sesuatu yang bisa dicoba, sehingga salah arah ketahuan lebih awal dan lebih murah diperbaiki.
Hasil kerja yang bisa dirawat siapa pun.
Aplikasi yang hanya bisa dirawat pembuatnya adalah risiko. Karena itu serah terima mencakup lebih dari sekadar aplikasi yang berjalan.
Kode sumber
Tersimpan di repositori dengan riwayat perubahan dan petunjuk menjalankan.
Dokumentasi
Arsitektur, daftar API, dan panduan pengguna untuk tiap peran.
Akses dan kunci
Akun server, domain, dan toko aplikasi atas nama pemilik, bukan atas nama pengembang.
Pelatihan
Sesi untuk operator dan admin, serta rekaman atau panduan tertulis.
Enam hal yang membuat proyek lebih lancar.
Tidak harus lengkap sejak hari pertama. Hal yang belum ada akan disusun bersama di tahap pemetaan.
Penanggung jawab
Satu orang dari pihak pemesan yang berwenang mengambil keputusan dan bisa dihubungi selama proyek.
Gambaran alur kerja
Formulir, lembar kerja, atau dokumen yang dipakai sekarang. Contoh nyata lebih berguna daripada uraian panjang.
Calon pengguna
Beberapa orang yang nanti memakai aplikasi dan bersedia mencoba versi uji.
Data awal
Data yang akan dipindahkan, misalnya daftar pelanggan, barang, atau anggota, beserta catatan kondisinya.
Batas anggaran dan waktu
Kisaran yang jujur membantu memilih cakupan tahap pertama yang paling berguna.
Aturan yang berlaku
Ketentuan internal atau regulasi yang memengaruhi data dan alur, termasuk perlindungan data pribadi.
Yang sering ditanyakan.
01Berapa lama membangun sebuah aplikasi?
02Lebih baik native atau lintas platform?
03Apakah bisa melanjutkan aplikasi buatan pihak lain?
04Bagaimana keamanan data dijaga?
05Siapa pemilik kode sumber?
06Di mana aplikasi akan dipasang?
07Apakah ada perawatan setelah rilis?
08Bisakah aplikasi terhubung ke sistem yang sudah ada?
Sering dipakai bersama.
Ceritakan prosesnya, aplikasinya menyusul.
Kirim gambaran alur kerja yang ingin dirapikan. Tim akan membantu memilah mana yang perlu dibangun, mana yang cukup memakai platform, dan berapa tahap yang masuk akal.