Hutan yang luas butuh catatan yang teliti.
Sistem untuk pengelola kawasan hutan, kelompok tani hutan, lembaga perhutanan sosial, dan pemilik hutan rakyat. Peta kawasan, data pohon, patroli, persemaian, dan hasil hutan tercatat dari lapangan sampai laporan.
Dari petak kawasan sampai pohon satu per satu.
Yang tidak tercatat di hutan sulit dijaga, sulit dipulihkan, dan sulit dipertanggungjawabkan.
Pengelolaan hutan melibatkan banyak pihak. Ada unit pengelola kawasan dan dinas yang menjaga kawasan negara, lembaga perhutanan sosial seperti hutan desa, hutan kemasyarakatan, dan hutan adat, kelompok tani hutan, pemilik hutan rakyat, serta organisasi konservasi yang menjalankan program rehabilitasi.
Pekerjaannya mirip meski skalanya berbeda: mengetahui batas kawasan, mencatat apa yang tumbuh di dalamnya, menjaga dari kebakaran dan perambahan, menanam kembali, lalu memanfaatkan hasilnya secara lestari. Karena aturan dan cara kerja setiap pengelola berbeda, sistemnya dirancang khusus dari modul yang sesuai.
Data lapangan menjadi pusatnya. Petugas dan anggota kelompok mencatat dari ponsel, lengkap dengan titik lokasi dan foto, lalu catatan itu tersusun menjadi peta dan laporan.
Yang sering menyulitkan pengelola.
Batas kawasan tidak jelas
Peta tersimpan di berkas berbeda-beda dan tidak cocok dengan keadaan di lapangan.
Data inventarisasi menumpuk
Hasil pengukuran pohon tertulis di lembar kertas dan lambat direkap.
Patroli tidak terekam
Jalur patroli dan temuan perambahan atau kebakaran tidak tercatat dengan lokasi.
Hasil tanam tidak terpantau
Bibit yang ditanam tidak dipantau tumbuh atau matinya.
Hasil hutan sulit dilacak
Asal dan jumlah kayu atau hasil hutan bukan kayu tidak tercatat rapi.
Laporan disusun manual
Laporan untuk dinas, mitra, atau donor disusun ulang dari banyak sumber.
Disusun sesuai pengelola.
Modul berikut adalah kebutuhan yang lazim di sektor kehutanan. Susunannya dipilih menurut jenis pengelola dan kegiatannya.
Peta Kawasan
Batas kawasan, blok, dan petak dalam peta yang bisa dibuka di kantor maupun di lapangan.
- Lapisan peta per blok dan petak
- Unggah data peta yang sudah ada
- Titik dan foto lapangan
Inventarisasi Tegakan
Data plot, jenis pohon, diameter, tinggi, dan kondisi, yang direkap otomatis.
- Formulir plot di ponsel
- Rekap per jenis dan petak
- Riwayat pengukuran
Patroli dan Temuan
Jalur patroli, temuan perambahan, pembalakan, atau satwa, beserta tindak lanjutnya.
- Jejak lokasi patroli
- Foto temuan
- Status tindak lanjut
Kebakaran Hutan dan Lahan
Laporan titik api dari lapangan, kesiapan regu, dan catatan penanganan.
- Laporan cepat dari ponsel
- Peta kejadian
- Riwayat penanganan
Persemaian dan Rehabilitasi
Stok bibit, penyaluran, penanaman, dan pemantauan tumbuh di lokasi tanam.
- Stok bibit per jenis
- Lokasi penanaman
- Pemantauan tumbuh dan mati
Perhutanan Sosial
Anggota kelompok, rencana kerja, kegiatan, dan usaha di areal perhutanan sosial.
- Data anggota dan kelompok
- Rencana kerja
- Catatan kegiatan
Hasil Hutan
Catatan kayu dan hasil hutan bukan kayu seperti madu, getah, rotan, atau kopi, dari asal sampai penjualan.
- Asal dan jumlah hasil
- Penjualan dan pembagian hasil
- Dokumen pendukung
Laporan dan Dasbor
Ringkasan kawasan, tegakan, patroli, dan penanaman untuk pengelola, dinas, atau mitra.
- Laporan berkala
- Peta ringkasan
- Ekspor ke spreadsheet
Situs dan Cerita Lapangan
Halaman profil pengelola dan kabar kegiatan untuk mitra dan publik.
- Kabar kegiatan
- Galeri lapangan
Dari peta sampai laporan.
Kumpulkan data dasar
Peta kawasan, daftar anggota, dan data inventarisasi lama dikumpulkan dan diperiksa.
Rancang formulir lapangan
Formulir plot, patroli, dan penanaman disusun mengikuti cara kerja petugas dan istilah setempat.
Rakit modul
Modul dipilih sesuai kegiatan pengelola, lalu peta dan data awal dimasukkan.
Uji di satu wilayah
Petugas mencoba di satu blok atau satu kelompok, lalu sistem diperbaiki dari masukan.
Perluas dan rawat
Pemakaian diperluas ke seluruh kawasan, dan sistem dirawat serta dicadangkan terpisah.
Bahan awal dari pengelola.
Peta yang ada
Berkas peta batas kawasan, blok, atau areal kelola dalam format apa pun yang tersedia.
Data lapangan lama
Hasil inventarisasi, catatan patroli, dan data penanaman sebelumnya.
Struktur pengelola
Daftar petugas, regu, atau anggota kelompok beserta perannya.
Kebutuhan laporan
Contoh laporan yang diminta dinas, mitra, atau donor.
Pertanyaan yang sering muncul.
01Apakah ada platform kehutanan yang sudah jadi?
02Bagaimana bila di dalam hutan tidak ada sinyal?
03Apakah peta yang sudah ada bisa dipakai?
04Apakah cocok untuk kelompok perhutanan sosial?
05Apakah bisa dipakai untuk program rehabilitasi dari donor?
06Apakah bisa tersambung ke sistem pemerintah?
07Bagaimana data dijaga?
08Bagaimana cara memulai?
Halaman yang berkaitan.
Mulai dari satu petak.
Ceritakan kawasan yang dikelola, kegiatan di lapangan, dan laporan yang paling menyita waktu. Tim akan membantu menyusun sistem yang bisa diuji di satu wilayah lebih dulu.