Temukan celahnya lebih dulu.
Uji penetrasi, audit kepatuhan, pemantauan, dan pelatihan untuk mengurangi risiko serangan dan kebocoran data. Setiap temuan disertai langkah perbaikan yang bisa dikerjakan.
Untuk siapa layanan ini.
Keamanan bukan keadaan yang dicapai sekali, tetapi kebiasaan yang dijaga terus.
Layanan ini membantu lembaga dan usaha mengetahui seberapa kuat sistemnya, memperbaiki kelemahan yang ditemukan, dan bersiap bila terjadi insiden. Cakupannya meliputi uji penetrasi dan penilaian kerentanan, audit kepatuhan, pemantauan dan pengamanan, serta pelatihan kesadaran untuk staf.
Penggunanya antara lain instansi pemerintah yang menyimpan data warga, sekolah dan pesantren yang mengelola data murid, santri, dan keuangan, usaha yang menerima pembayaran daring, serta pengembang yang ingin aplikasinya diperiksa sebelum dibuka untuk publik.
Sejak berlakunya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), setiap pengendali data pribadi wajib menjaga keamanan data yang diprosesnya dan memberi tahu bila terjadi kegagalan pelindungan. Pemeriksaan keamanan yang teratur menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban itu.
Perlu disampaikan terus terang: tidak ada sistem yang benar-benar kebal. Tujuan layanan ini adalah mengurangi peluang serangan berhasil, mempercepat deteksi, dan memperkecil dampak bila sesuatu terjadi.
Celah yang sering ditemukan.
Sebagian besar insiden tidak berawal dari teknik yang rumit, melainkan dari kelalaian sehari-hari yang luput diperiksa.
Perangkat lunak usang
Sistem, plugin, atau pustaka yang tidak diperbarui dan memiliki kerentanan yang sudah diketahui umum.
Kata sandi lemah
Kata sandi dipakai bersama, tidak pernah diganti, dan tanpa verifikasi dua langkah pada akun penting.
Hak akses berlebih
Banyak akun berperan admin, termasuk akun staf yang sudah tidak bekerja.
Pengecoh lewat pesan
Staf menerima tautan atau lampiran palsu yang meniru atasan, bank, atau penyedia layanan.
Cadangan tidak teruji
Cadangan ada, tetapi disimpan di tempat yang sama atau belum pernah dicoba dipulihkan.
Celah aplikasi
Masukan pengguna tidak divalidasi, API terbuka tanpa otorisasi yang tepat, atau data sensitif tersimpan tanpa enkripsi.
Kenali, lindungi, deteksi, tanggapi.
Empat kelompok layanan yang mengikuti kerangka umum pengelolaan risiko keamanan. Bisa dipesan satu per satu, misalnya hanya uji penetrasi sebelum aplikasi diluncurkan.
Uji Penetrasi
Simulasi serangan yang sah dan terkendali untuk menemukan celah sebelum dimanfaatkan pihak lain.
- Uji aplikasi web dan mobile mengacu pada OWASP
- Uji keamanan API dan otorisasi
- Uji infrastruktur jaringan dan server
- Pengujian ulang setelah perbaikan
Audit dan Kepatuhan
Memeriksa kebijakan, konfigurasi, dan proses terhadap standar dan regulasi yang berlaku.
- Penilaian kerentanan berkala
- Audit kesiapan UU PDP dan tata kelola data pribadi
- Tinjauan konfigurasi server, cloud, dan basis data
- Tinjauan kebijakan akses dan kata sandi
Pemantauan dan Pengamanan
Lapisan pertahanan dan pengawasan agar serangan terdeteksi lebih cepat.
- Pemasangan dan penyetelan firewall serta WAF
- Mitigasi serangan DDoS
- Pemantauan log dan peringatan dini
- Pendampingan respons insiden dan pemulihan
Pelatihan Kesadaran
Membekali staf mengenali serangan yang menyasar manusia, bukan mesin.
- Simulasi surel dan pesan pengecoh (phishing)
- Lokakarya budaya keamanan
- Panduan keamanan kerja sehari-hari
- Prosedur melapor bila curiga
Dari izin tertulis sampai uji ulang.
Pengujian keamanan hanya dilakukan atas izin tertulis pemilik sistem, dengan ruang lingkup dan waktu yang disepakati. Tidak ada yang diuji di luar batas itu.
Laporan yang bisa ditindaklanjuti.
Laporan disusun untuk dua pembaca: pimpinan yang perlu memutuskan prioritas, dan tim teknis yang perlu memperbaiki. Tingkat risiko setiap temuan ditetapkan dengan menimbang seberapa mudah celah dimanfaatkan dan seberapa besar dampaknya terhadap data dan layanan, sehingga perbaikan bisa diurutkan dari yang paling mendesak.
Ringkasan pimpinan
Gambaran risiko dalam bahasa nonteknis beserta prioritas tindakan.
Rincian temuan
Setiap celah dengan tingkat risiko, bukti, dan cara mereproduksinya.
Langkah perbaikan
Rekomendasi yang konkret dan dapat dikerjakan oleh pengembang atau admin.
Hasil uji ulang
Status tiap temuan setelah perbaikan: tertutup, berkurang, atau masih terbuka.
Lima hal yang bisa dimulai hari ini.
Sebelum pengujian apa pun, kebiasaan berikut sudah mengurangi banyak risiko umum.
Perbarui
Pasang pembaruan sistem, aplikasi, dan plugin secara teratur.
Dua langkah
Aktifkan verifikasi dua langkah pada surel dan akun admin.
Rapikan akses
Cabut akun yang tidak dipakai dan batasi peran admin.
Cadangkan terpisah
Simpan cadangan di lokasi lain dan coba pulihkan secara berkala.
Curigai tautan
Periksa pengirim sebelum membuka lampiran atau memasukkan kata sandi.
Sebelum pengujian dimulai.
Persiapan yang rapi membuat pengujian lebih aman bagi layanan yang sedang berjalan dan hasilnya lebih bisa dipercaya. Daftar ini juga berguna untuk audit kepatuhan.
Izin pemilik sistem
Persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang atas sistem yang akan diuji, termasuk bila sistem di-hosting pihak ketiga.
Daftar aset
Alamat situs, aplikasi, API, dan server yang masuk ruang lingkup, beserta yang dikecualikan.
Akun uji
Akun dengan berbagai peran untuk menguji otorisasi, terpisah dari akun pengguna sungguhan.
Jadwal aman
Waktu uji yang tidak bertepatan dengan masa sibuk seperti pendaftaran atau tutup buku.
Kontak teknis
Orang yang bisa dihubungi segera bila pengujian memengaruhi layanan.
Cadangan terbaru
Cadangan data yang sudah dipastikan bisa dipulihkan sebelum pengujian berjalan.
Yang sering ditanyakan.
01Apa itu uji penetrasi?
02Apakah setelah diuji sistem dijamin aman dari peretasan?
03Apa beda penilaian kerentanan dan uji penetrasi?
04Seberapa sering audit keamanan perlu dilakukan?
05Apakah pengujian bisa mengganggu layanan?
06Bagaimana kerahasiaan hasil audit dijaga?
07Apakah bisa membantu saat sudah terjadi insiden?
08Apakah audit UU PDP sama dengan uji penetrasi?
09Apakah pemantauan berjalan sepanjang waktu?
10Apakah situs WordPress juga bisa diperiksa?
Sering dipakai bersama.
Periksa sebelum diperiksa orang lain.
Ceritakan sistem yang ingin diuji dan kekhawatiran yang ada. Ruang lingkup, jadwal, dan izin disusun bersama sebelum pengujian dimulai.