Dari kavling kosong sampai kunci diserahkan.
Stok unit, prospek, pemesanan, pembayaran bertahap, dan progres pembangunan dalam satu sistem. Setelah serah terima, pengelolaan penghuni dan iuran lingkungan bisa berjalan di sistem yang sama.
Untuk pengembang, agen, dan pengelola properti.
Satu unit rumah melibatkan pembeli, pemasar, bank, kontraktor, dan notaris. Semuanya perlu melihat data yang sama.
Usaha properti memiliki siklus yang panjang. Sejak sebuah unit dipasarkan sampai kuncinya diserahkan, bisa terjadi puluhan kali pembayaran, beberapa kali perubahan desain, dan banyak berkas yang berpindah tangan. Bila datanya tersebar di lembar kerja pemasaran, buku kas keuangan, dan laporan lapangan, kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar, misalnya satu unit terjual kepada dua orang.
Sistem ini disusun untuk tiga jenis pengguna. Pengembang perumahan yang mengelola kavling, tipe unit, dan pembangunan. Agen dan pemasar properti yang mengelola daftar properti dan calon pembeli. Pengelola gedung, apartemen, dan kawasan yang mengurus penghuni, iuran, dan keluhan setelah serah terima.
Bentuk sistemnya dirancang khusus sesuai skala dan model usaha, karena pengembang perumahan subsidi di kabupaten punya kebutuhan yang berbeda dengan pengelola gedung perkantoran di kota.
Prinsip yang dipegang: satu data unit dipakai bersama oleh semua bagian. Saat pemasar mengunci unit untuk calon pembeli, bagian keuangan langsung melihatnya, dan unit itu tidak bisa dipesan oleh pemasar lain.
Hambatan yang biasa ditemui di usaha properti.
Siklusnya panjang, jadi catatan yang tidak rapi di awal akan terasa akibatnya bertahun-tahun kemudian.
Status unit simpang siur
Pemasar tidak tahu unit mana yang masih tersedia, sudah dipesan, atau sedang menunggu persetujuan pembiayaan.
Pembayaran bertahap sulit diikuti
Uang tanda jadi, uang muka bertahap, dan pelunasan dicatat terpisah, sehingga tunggakan terlambat diketahui.
Prospek tercecer
Calon pembeli dari pameran, media sosial, dan kunjungan lokasi dicatat di ponsel masing-masing pemasar.
Progres tidak terlihat
Pembeli bertanya kapan rumahnya selesai, tetapi laporan lapangan belum sampai ke kantor.
Berkas menumpuk
Salinan identitas, surat pemesanan, dan dokumen pembiayaan tersimpan dalam map yang sulit dicari.
Iuran penghuni menunggak
Setelah serah terima, iuran pengelolaan lingkungan ditagih manual dan sering terlewat.
Isi sistem properti.
Modul dipilih sesuai peran usaha. Pengembang biasanya memakai lima modul pertama, pengelola gedung memakai modul terakhir.
Stok Unit
Peta kavling dan daftar unit yang selalu terbaru.
- Tipe, luas, dan harga unit
- Status tersedia, dipesan, terjual
- Peta tapak berwarna sesuai status
Prospek dan Pemasaran
Calon pembeli tercatat sejak kontak pertama.
- Sumber prospek
- Jadwal kunjungan lokasi
- Tindak lanjut per pemasar
- Komisi agen dan pemasar
Pemesanan dan Berkas
Dari tanda jadi sampai akad.
- Surat pemesanan unit
- Kelengkapan berkas pembeli
- Status pengajuan pembiayaan bank
Pembayaran
Jadwal bayar per unit dan per pembeli.
- Tanda jadi, uang muka, dan pelunasan
- Pengingat jatuh tempo
- Kuitansi dan riwayat pembayaran
Progres Pembangunan
Laporan lapangan yang sampai ke kantor.
- Tahapan pekerjaan per unit
- Foto progres dari lapangan
- Daftar perbaikan sebelum serah terima
Pengelolaan Penghuni
Kehidupan sehari-hari setelah serah terima.
- Data penghuni dan pemilik
- Tagihan iuran pengelolaan
- Laporan keluhan dan perbaikan
- Pengumuman untuk penghuni
Perjalanan satu unit.
Gambaran alur setelah sistem berjalan. Tahapan dan istilahnya disesuaikan dengan kebiasaan tiap usaha.
Bekal sebelum mulai.
Data proyek
- Peta tapak dan daftar kavling
- Tipe unit dan daftar harga
- Skema pembayaran yang ditawarkan
Data berjalan
- Daftar pembeli dan unit yang sudah dipesan
- Riwayat pembayaran tiap pembeli
- Daftar penghuni bila sudah ada serah terima
Orang
- Penanggung jawab dari pemasaran dan keuangan
- Pengawas lapangan untuk laporan progres
- Kesepakatan siapa boleh mengubah harga
Pertanyaan yang sering diajukan.
01Apakah cocok untuk pengembang dengan satu proyek kecil?
02Bisakah satu sistem untuk beberapa proyek perumahan?
03Apakah pembeli bisa melihat status unitnya?
04Apakah agen dari luar bisa memakai sistem?
05Bagaimana dengan pembelian melalui KPR?
06Apakah dokumen pembeli aman?
07Bisakah dipakai pengelola apartemen yang bukan pengembang?
08Apakah data dari lembar kerja lama bisa dipindahkan?
09Berapa biayanya?
10Bisakah ditambah situs pemasaran proyek?
Lanjutkan membaca.
Satu unit, satu data.
Ceritakan proyek yang sedang berjalan dan bagian yang paling sering menimbulkan masalah. Tim akan membantu memetakan alurnya, lalu menyusun rencana yang masuk akal.