Langsung ke isi
PLATFORM · LINGKUNGAN
Platform Lingkungan

Sampah yang tercatat, dari titik jemput sampai pemrosesan akhir.

Puspa adalah platform pengelolaan sampah untuk pemerintah daerah, pengelola kawasan, bank sampah, dan komunitas. Setiap pengangkutan, setoran, dan pemrosesan dicatat, sehingga pengelola tahu ke mana sampah pergi dan warga tahu bahwa pemilahan mereka dihargai.

Ini Apa dan Untuk Siapa

Data yang jujur adalah awal dari lingkungan yang bersih.

Pengelolaan sampah yang baik bertumpu pada dua hal: data yang dapat dipercaya dan warga yang ikut terlibat.

Persoalan sampah selalu bersifat lokal. Volume, jenis, jarak ke tempat pemrosesan, dan kebiasaan warga berbeda di setiap kota, desa, dan kawasan. Karena itu Puspa tidak memaksakan satu pola, melainkan menyediakan alat untuk mencatat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, lalu memakai catatan itu untuk mengambil keputusan.

Puspa menghubungkan beberapa pihak yang biasanya bekerja terpisah: warga sebagai penghasil sampah, petugas dan armada pengangkut, pengurus bank sampah dan TPS3R, pengelola kawasan, dinas lingkungan hidup, dan pelaku daur ulang. Masing-masing melihat bagian yang menjadi tugasnya, dan semuanya membaca data yang sama.

Kerangkanya mengikuti semangat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah: mengurangi sampah sejak sumbernya, memilah, lalu menangani sisanya dengan benar. Puspa membantu mencatat setiap tahap itu agar capaian dan hambatannya terlihat.

Puspa disusun dari modul. Bank sampah di satu kelurahan dapat mulai dari pembukuan nasabah, sementara dinas dapat mulai dari manifest pengangkutan, lalu menambah modul lain secara bertahap.

Masalah yang Biasa Dihadapi

Sampah terangkut, tetapi jejaknya hilang.

Hampir semua pengelola sudah bekerja keras di lapangan. Yang sering kurang adalah catatan yang menghubungkan kerja itu dari satu titik ke titik berikutnya.

Tidak tahu sampah berakhir di mana

Catatan ritase dan tonase disusun manual, sehingga sulit memastikan sampah benar-benar sampai ke lokasi pemrosesan yang ditentukan.

Jadwal angkut tidak sesuai kebutuhan

Sebagian tempat sampah meluap sementara yang lain diangkut dalam keadaan setengah kosong.

Pembukuan bank sampah di buku tulis

Setoran nasabah, harga per jenis, dan penarikan tabungan dicatat manual dan rawan selisih.

Warga kurang terdorong memilah

Usaha memilah di rumah tidak terlihat hasilnya, sehingga semangat warga cepat turun.

Biaya armada sulit dikendalikan

Rute ditentukan dari kebiasaan, bukan dari data, sehingga bahan bakar dan waktu terbuang.

Laporan capaian disusun ulang

Data pengurangan dan penanganan sampah dikumpulkan dari banyak berkas setiap kali laporan diminta.

Modul

Enam modul untuk satu siklus sampah.

Modul dapat dipakai sendiri-sendiri atau digabungkan. Semakin banyak modul yang terhubung, semakin utuh gambaran aliran sampah di wilayah.

M1

Pelacakan Aliran Sampah

Perjalanan sampah dicatat dari titik penjemputan sampai pemrosesan akhir.

  • Manifest digital untuk setiap pengangkutan
  • Catatan serah terima di setiap titik
  • Pemantauan posisi armada
  • Bukti pembuangan yang terverifikasi
M2

Aplikasi Warga

Ruang partisipasi warga dengan penghargaan untuk pemilahan dari sumber.

  • Penghargaan atas setoran sampah terpilah
  • Jadwal dan permintaan penjemputan
  • Materi edukasi pemilahan
  • Riwayat setoran pribadi
M3

Pemantauan Tempat Sampah

Kapasitas tempat sampah publik dipantau dengan sensor tingkat isi, lalu dipakai untuk menyusun jadwal angkut.

  • Sensor tingkat isi pada tempat sampah
  • Pemberitahuan saat mendekati penuh
  • Data untuk menentukan lokasi penempatan
M4

Bank Sampah Digital

Pembukuan transaksi dan tabungan sampah yang terbuka bagi pengurus dan nasabah.

  • Buku besar nasabah digital
  • Harga per jenis sampah yang terlihat
  • Pengelolaan penarikan tabungan
  • Laporan stok dan penjualan ke pengepul
M5

Penataan Rute Armada

Rute pengangkutan disarankan dari data titik jemput dan kondisi tempat sampah.

  • Rute yang menyesuaikan kebutuhan harian
  • Catatan pemakaian bahan bakar
  • Ringkasan kinerja tiap armada
M6

Simpul Ekonomi Sirkular

Mempertemukan penghasil sampah terpilah dengan pelaku daur ulang.

  • Etalase material terpilah
  • Penghubung dengan pendaur ulang
  • Jejak material dari sumber sampai diolah
Alur yang Dicatat

Satu siklus, empat titik catat.

SumberRumah tangga, kawasan, dan gedung memilah lalu menyetor atau dijemput.
AngkutArmada membawa sampah dengan manifest yang tercatat.
OlahBank sampah, TPS3R, dan pendaur ulang menerima material terpilah.
AkhirSisa sampah sampai di lokasi pemrosesan akhir dengan bukti serah terima.
Untuk Siapa

Dari dinas sampai pengurus RT.

Setiap pihak membuka Puspa dengan kepentingan yang berbeda, tetapi menulis ke catatan yang sama.

Dinas lingkungan hidup

Memantau pengangkutan, kapasitas, dan capaian pengurangan sampah di seluruh wilayah dari satu tempat.

Pengelola kawasan

Perumahan, kawasan industri, dan gedung perkantoran yang perlu mencatat sampah yang keluar dari kawasannya.

Bank sampah dan TPS3R

Pengurus yang mengelola nasabah, harga, setoran, dan penjualan material terpilah.

Pemerintah desa dan BUMDes

Desa yang mengelola layanan angkut sampah sendiri dan memungut iuran warga.

Komunitas lingkungan

Pegiat yang menggerakkan pemilahan dan ingin dampaknya tercatat dengan rapi.

Pelaku daur ulang

Pengepul dan industri yang membutuhkan pasokan material terpilah yang jelas asal-usulnya.

Cara Kerja

Dari peta titik sampai siklus yang berjalan.

pustekno · jalur-rakitilustrasi alur

            
Yang Perlu Disiapkan

Bekal sebelum mulai.

Peta wilayah layanan

Daftar titik jemput, TPS, bank sampah, dan lokasi pemrosesan beserta alamatnya.

Data armada dan petugas

Kendaraan pengangkut, sopir, dan petugas lapangan yang akan memakai aplikasi.

Daftar nasabah dan harga

Untuk bank sampah: data nasabah, jenis sampah yang diterima, dan harga yang berlaku.

Ponsel untuk petugas

Ponsel dengan koneksi internet untuk mencatat serah terima di lapangan.

Perangkat sensor

Bila memakai pemantauan tempat sampah: sensor tingkat isi dan jaringan untuk mengirim datanya.

Rencana sosialisasi

Cara memperkenalkan aplikasi kepada warga, misalnya melalui RT, RW, sekolah, atau komunitas.

Tanya Jawab

Yang sering ditanyakan.

01Apa yang dimaksud pelacakan aliran sampah?
Modul yang mencatat perjalanan sampah dengan manifest digital, mulai dari titik penjemputan, serah terima di setiap titik, sampai bukti pembuangan di lokasi pemrosesan yang ditentukan.
02Bagaimana pemantauan tempat sampah bekerja?
Sensor tingkat isi dipasang pada tempat sampah. Saat isinya mencapai batas yang ditentukan, sistem mengirim pemberitahuan sehingga penjemputan dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan.
03Apakah sensor wajib dipasang?
Tidak. Sensor hanya diperlukan untuk modul pemantauan tempat sampah. Modul lain, seperti manifest dan bank sampah, berjalan dengan pencatatan dari ponsel petugas.
04Apakah Puspa bisa dipakai bank sampah yang sudah berjalan?
Bisa. Modul bank sampah digital membantu pengurus mengelola data nasabah, transaksi tabungan sampah, stok, dan laporan. Data lama dari buku atau lembar kerja dapat dipindahkan.
05Bagaimana warga mendapat penghargaan?
Setoran sampah terpilah dicatat dan dikonversi menjadi penghargaan sesuai aturan yang ditetapkan pengelola, misalnya saldo tabungan atau poin. Bentuk penghargaannya ditentukan oleh pengelola program.
06Siapa saja yang bisa memakai Puspa?
Dinas lingkungan hidup, pengelola perumahan dan kawasan industri, gedung perkantoran, pemerintah desa, bank sampah, TPS3R, dan komunitas pegiat lingkungan.
07Apakah Puspa bisa dipakai di satu kawasan dulu?
Bisa, dan cara itu justru disarankan. Uji coba di satu kawasan membantu menyesuaikan alur sebelum cakupan diperluas.
08Apakah data Puspa dapat dipakai untuk laporan dinas?
Bisa. Karena pengangkutan, setoran, dan pemrosesan sudah tercatat, ringkasan capaian pengurangan dan penanganan sampah dapat disusun dari data yang ada dan diekspor ke lembar kerja sesuai format yang dibutuhkan.
09Di mana data disimpan dan siapa pemiliknya?
Data tetap milik pengelola, baik dinas, kawasan, maupun bank sampah. Tempat penyimpanan dan pencadangannya disepakati sejak awal, dan data pribadi warga hanya dibuka untuk pengguna yang berwenang.
10Bagaimana memulai?
Ceritakan kondisi pengelolaan sampah saat ini melalui halaman kontak, atau ajukan proyek melalui area Mitra. Tim akan membantu memetakan modul yang paling tepat untuk dimulai.
Mulai

Mulai dari satu kawasan yang tercatat.

Ceritakan bagaimana sampah dikelola di wilayah atau kawasan Anda saat ini. Tim akan membantu memilih modul pertama dan menyusun rencana uji coba yang masuk akal.