Langsung ke isi
SEKTOR · ALAM DAN PANGAN
Sektor · Pertanian

Dari petak sawah sampai timbangan panen.

Sistem untuk kelompok tani, gapoktan, koperasi pertanian, pengumpul hasil tani, dan dinas pertanian. Data petani dan lahan, musim tanam, sarana produksi, panen, dan penjualan tercatat di satu tempat.

Ini Apa dan Untuk Siapa

Catatan yang mengikuti musim.

Keputusan di sawah dan kebun lebih mudah diambil bila catatan musim lalu masih bisa dibaca.

Pertanian di Indonesia sebagian besar dikerjakan oleh petani kecil yang tergabung dalam kelompok tani dan gapoktan. Di sekitarnya ada koperasi, pengumpul dan pedagang hasil tani, penyuluh, serta dinas pertanian yang membutuhkan data untuk perencanaan dan bantuan.

Kebutuhan setiap pihak berbeda. Kelompok tani mencatat anggota, lahan, dan jadwal tanam. Koperasi mengurus pembelian sarana produksi dan penjualan hasil. Dinas membutuhkan rekap luas tanam, perkiraan panen, dan kebutuhan pupuk per wilayah. Karena itu sistemnya dirancang khusus, disusun dari modul yang sesuai dengan peran lembaga.

Tujuannya sederhana: data yang sekarang tersebar di buku kelompok, catatan penyuluh, dan pesan singkat, terkumpul dan bisa dipakai untuk mengambil keputusan.

Petani dan lahanSiapa menanam apa, di mana, dan seluas apa.
Musim tanamJadwal, perlakuan, dan biaya dari tanam sampai panen.
Hasil dan pasarPanen yang tertimbang, terjual, dan terbayar.
Masalah yang Biasa Muncul

Yang sering menghambat di lapangan.

Data anggota tidak mutakhir

Daftar petani dan luas lahan di kelompok berbeda dengan keadaan sebenarnya.

Kebutuhan pupuk sulit dihitung

Rencana kebutuhan disusun dari perkiraan, bukan dari luas tanam yang tercatat.

Biaya tanam tidak tercatat

Petani sulit mengetahui untung rugi satu musim karena pengeluaran tidak dicatat.

Hasil panen tidak terlacak

Timbangan, mutu, dan asal hasil panen tidak tercatat saat dijual ke pengumpul.

Laporan penyuluh terlambat

Laporan kunjungan dan serangan hama dikirim lewat pesan singkat dan sulit direkap.

Pembayaran ke petani lambat

Rekap penjualan bersama memakan waktu sehingga pembayaran tertunda.

Modul

Disusun sesuai peran lembaga.

Modul berikut adalah kebutuhan yang lazim di sektor pertanian. Susunannya dipilih menurut siapa yang memakai.

Data Petani dan Kelompok

Anggota, kelompok, gapoktan, dan peran masing-masing.

  • Profil petani
  • Struktur kelompok dan gapoktan
  • Riwayat keanggotaan

Lahan dan Peta

Petak lahan, luas, status, dan komoditas, dengan titik atau batas lokasi.

  • Titik dan batas lahan
  • Komoditas per petak
  • Rekap luas per wilayah

Musim Tanam

Jadwal tanam, perlakuan, dan kegiatan per petak dari olah tanah sampai panen.

  • Kalender tanam
  • Catatan pemupukan dan penyemprotan
  • Biaya per musim

Sarana Produksi

Rencana kebutuhan dan penyaluran benih, pupuk, dan obat tanaman.

  • Rencana kebutuhan per kelompok
  • Penyaluran dan stok
  • Rekap per wilayah

Penyuluhan dan Hama

Laporan kunjungan penyuluh, serangan hama dan penyakit, serta rekomendasi.

  • Formulir lapangan di ponsel
  • Foto dan lokasi temuan
  • Rekap per periode

Panen dan Pascapanen

Hasil panen, timbangan, mutu, dan penyimpanan.

  • Catatan timbangan
  • Penggolongan mutu
  • Asal hasil per petani

Penjualan dan Pembayaran

Penjualan bersama lewat kelompok atau koperasi, sampai pembayaran ke petani.

  • Rekap penjualan
  • Potongan dan pembayaran
  • Riwayat per petani

Dasbor Wilayah

Ringkasan luas tanam, perkiraan panen, dan kebutuhan sarana produksi untuk dinas.

  • Peta sebaran komoditas
  • Laporan berkala
  • Ekspor ke spreadsheet

Sensor Lahan

Bila dibutuhkan, data sensor seperti cuaca atau kelembapan tanah dapat ditampilkan bersama catatan lahan.

  • Sambungan perangkat yang didukung
  • Riwayat pembacaan
Cara Kerja

Dari pemetaan sampai musim berikutnya.

01 / 05

Petakan pelaku

Siapa saja yang terlibat: petani, kelompok, penyuluh, koperasi, pengumpul, dan dinas.

02 / 05

Susun data dasar

Daftar petani, kelompok, dan lahan dari catatan yang ada dimasukkan dan diperiksa.

03 / 05

Rakit modul

Modul dipilih sesuai peran, lalu formulir lapangan disesuaikan dengan istilah setempat.

04 / 05

Uji satu musim

Sistem dipakai lebih dulu di satu atau beberapa kelompok, lalu diperbaiki dari masukan.

05 / 05

Perluas dan rawat

Setelah kebiasaan terbentuk, pemakaian diperluas dan sistem dirawat dari musim ke musim.

Yang Perlu Disiapkan

Bahan awal dari lembaga.

Daftar anggota

Nama petani, kelompok, dan desa dari buku kelompok atau spreadsheet.

Data lahan

Luas, lokasi, dan komoditas utama per petani atau per kelompok.

Kebiasaan musim

Jadwal tanam yang biasa, jenis sarana produksi, dan cara penjualan hasil.

Pengguna utama

Pengurus kelompok, penyuluh, atau petugas koperasi yang akan dilatih.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang sering muncul.

01Apakah ada platform pertanian yang sudah jadi?
Untuk pertanian, sistemnya dirancang khusus dari modul yang sudah teruji. Bila kebutuhan utamanya penjualan dan stok, mesin Dumoro bisa menjadi dasar.
02Apakah petani harus memakai ponsel pintar?
Tidak harus. Pencatatan bisa dilakukan oleh pengurus kelompok atau penyuluh atas nama petani.
03Bagaimana bila sinyal di sawah lemah?
Formulir lapangan dapat dirancang agar tetap bisa diisi tanpa sinyal, lalu terkirim saat ponsel tersambung.
04Apakah bisa menampilkan peta lahan?
Bisa. Lahan dicatat dengan titik atau batas lokasi, lalu ditampilkan di peta menurut komoditas atau kelompok.
05Apakah cocok untuk dinas pertanian?
Cocok. Dinas dapat memakai dasbor wilayah yang merangkum data dari kelompok dan penyuluh di bawahnya.
06Apakah bisa tersambung ke sensor atau alat ukur?
Bisa diupayakan bila perangkatnya menyediakan data yang dapat diambil. Kecocokannya diperiksa saat pemetaan.
07Bagaimana data petani dijaga?
Akses dibatasi per peran, sehingga pengurus kelompok hanya melihat anggotanya sendiri dan dinas melihat rekap wilayah. Data pribadi seperti nomor identitas hanya terlihat oleh yang berwenang, dan cadangan disimpan terpisah.
08Bagaimana cara memulai?
Tombol Mulai Proyek mengarah ke area Mitra. Untuk bertanya lebih dulu, gunakan halaman Konsultasi.
Mulai

Mulai dari satu kelompok tani.

Ceritakan siapa yang terlibat dan catatan apa yang paling sering hilang. Tim akan membantu menyusun sistem yang bisa diuji dalam satu musim.