Dari pesanan ke dapur, tanpa kertas yang tercecer.
Kasir, pesanan meja, layar dapur, resep, dan stok bahan dalam satu sistem untuk rumah makan, kafe, kedai, dan dapur katering. Pemilik tahu menu mana yang laku dan bahan mana yang terbuang.
Untuk dapur yang ramai dan pemilik yang ingin tahu angkanya.
Untung usaha makanan sering hilang bukan di kasir, melainkan di dapur dan gudang bahan.
Usaha makanan dan minuman bergerak cepat. Pada jam makan siang, pesanan datang bertubi-tubi dari meja, dari pembeli yang dibungkus, dan dari aplikasi pesan antar. Di belakang, dapur harus tahu urutan masakan, sementara bahan baku terus berkurang dan sebagian mudah basi.
Sistem ini disusun untuk rumah makan dan restoran, kafe dan kedai kopi, kedai kaki lima yang mulai punya beberapa gerobak, usaha minuman dengan banyak gerai, serta dapur katering dan penyedia nasi kotak. Bentuknya dirancang khusus sesuai cara melayani: makan di tempat, bawa pulang, pesan antar, atau pesanan besar untuk acara.
Pusatnya ada pada hubungan antara menu dan bahan. Setiap menu punya resep, setiap resep memakai bahan dengan takaran tertentu. Ketika satu porsi terjual, bahan di gudang berkurang dengan sendirinya. Dari situ pemilik bisa melihat harga pokok per porsi dan selisih antara bahan yang seharusnya terpakai dengan bahan yang benar-benar habis.
Hambatan yang biasa ditemui usaha makanan.
Kebanyakan masalah muncul pada jam sibuk, saat tidak ada waktu untuk mencatat dengan teliti.
Pesanan terselip
Kertas pesanan tertukar atau hilang di dapur, sehingga ada meja yang menunggu terlalu lama.
Harga pokok tidak diketahui
Harga jual ditentukan dari perkiraan, padahal harga bahan terus berubah.
Bahan terbuang
Bahan dibeli terlalu banyak lalu basi, atau habis di tengah hari karena tidak ada peringatan.
Kas kasir selisih
Uang di laci tidak cocok dengan penjualan saat pergantian sif, dan sulit dicari penyebabnya.
Pesanan online terpisah
Pesanan dari aplikasi pesan antar dicatat di perangkat lain, sehingga laporan penjualan tidak utuh.
Gerai sulit dipantau
Pemilik dengan beberapa gerai harus berkeliling untuk mengetahui penjualan dan stok masing-masing.
Isi sistem makanan dan minuman.
Kedai kecil cukup dengan kasir dan menu. Restoran dan katering biasanya menambah layar dapur, resep, dan pesanan besar.
Kasir dan Meja
Melayani makan di tempat dan bawa pulang.
- Denah meja dan status meja
- Pisah dan gabung tagihan
- Pembayaran tunai dan nontunai
- Diskon, paket, dan promo jam tertentu
Pesanan ke Dapur
Pesanan langsung muncul di dapur dan bar.
- Layar dapur atau cetak tiket dapur
- Catatan khusus, misalnya tanpa pedas
- Tanda pesanan siap diantar
Menu Digital
Pembeli memesan dari ponsel di meja.
- Menu dengan kode QR per meja
- Foto dan keterangan menu
- Menu habis tersembunyi otomatis
Resep dan Bahan
Takaran bahan untuk setiap menu.
- Resep per menu dan varian
- Harga pokok per porsi
- Stok bahan berkurang otomatis
- Catatan bahan terbuang
Pembelian dan Gudang
Belanja bahan yang lebih terencana.
- Peringatan bahan menipis
- Pesanan ke pemasok
- Kiriman bahan dari dapur pusat ke gerai
Katering dan Laporan
Pesanan besar dan ringkasan pemilik.
- Pesanan acara dengan uang muka
- Daftar kebutuhan bahan per pesanan
- Penjualan per menu, per jam, per gerai
- Rekap kas per sif
Satu pesanan, dari meja sampai laporan.
Gambaran alur di jam makan siang setelah sistem berjalan.
Bekal sebelum mulai.
Data
- Daftar menu dan harga
- Resep dan takaran bila ingin menghitung harga pokok
- Daftar bahan dan pemasok
Perangkat
- Tablet atau komputer kasir
- Printer struk dan printer dapur
- Layar dapur bila dapur cukup sibuk
Kebiasaan
- Aturan pergantian sif kasir
- Siapa yang mencatat bahan masuk
- Jadwal hitung stok bahan
Pertanyaan yang sering diajukan.
01Apakah cocok untuk kedai kecil?
02Apakah resep wajib diisi?
03Bagaimana bila internet putus saat ramai?
04Apakah pesanan dari aplikasi pesan antar bisa masuk?
05Bisakah dipakai untuk banyak gerai?
06Apakah cocok untuk katering?
07Apakah pembeli bisa memesan dari ponsel di meja?
08Bagaimana dengan program pelanggan setia?
09Berapa biayanya?
Dapur yang tenang di jam sibuk.
Ceritakan jenis usaha, cara melayani, dan jumlah gerai yang dikelola. Tim akan membantu memilih modul yang perlu lebih dulu, lalu menyusun rencana yang masuk akal.