Langsung ke isi
SOLUSI · LOGISTIK
Solusi · Ekonomi dan Usaha

Setiap kiriman punya jejak.

Pesanan kirim, gudang, armada, dan sopir dalam satu sistem. Admin tahu barang ada di mana, pelanggan tahu kapan barang tiba, dan pemilik tahu berapa biaya setiap perjalanan.

Untuk Siapa

Untuk usaha yang memindahkan barang setiap hari.

Di logistik, informasi yang terlambat sama mahalnya dengan barang yang terlambat.

Logistik di negeri kepulauan tidak pernah sederhana. Barang berpindah dari gudang ke truk, dari truk ke kapal, lalu ke kurir terakhir yang mengantar ke pintu pelanggan. Setiap perpindahan adalah titik di mana barang bisa tertunda, tertukar, atau hilang jejaknya.

Sistem ini disusun untuk ekspedisi dan jasa kirim lokal, distributor dan agen barang, usaha dengan armada sendiri seperti pemasok bahan bangunan atau air minum, serta pengelola gudang. Bentuknya dirancang khusus mengikuti alur masing-masing usaha, karena cara kerja ekspedisi antarpulau berbeda jauh dengan distributor yang mengantar ke warung setiap pagi.

Bila usaha juga mengelola stok di banyak gudang dan cabang, bagian stok dapat berangkat dari mesin Dumoro. Bagian pengiriman, armada, dan sopir dirakit sesuai kebutuhan lapangan.

Yang dijaga adalah kemudahan bagi orang yang paling sibuk: sopir. Aplikasi sopir dibuat dengan sedikit tombol dan huruf yang besar, karena dipakai di bawah terik matahari, di dalam kabin, dan sering dengan satu tangan. Bila sopir enggan memakainya, data di kantor pun tidak akan pernah lengkap.

Masalah yang Sering Muncul

Hambatan yang biasa ditemui di lapangan.

Sebagian besar waktu admin habis untuk menjawab satu pertanyaan yang sama: barangnya sudah sampai mana?

Status kiriman tidak jelas

Pelanggan menelepon berkali-kali, admin menelepon sopir, dan jawaban yang didapat hanya perkiraan.

Bukti serah terima hilang

Surat jalan kertas basah, sobek, atau tertinggal di truk. Saat ada sengketa, tidak ada bukti yang kuat.

Biaya perjalanan kabur

Uang jalan, bahan bakar, tol, dan biaya bongkar muat dicatat seadanya, sehingga laba per rute sulit dihitung.

Muatan tidak optimal

Truk berangkat setengah kosong pada satu rute, sementara rute lain kekurangan armada.

Perawatan terlambat

Jadwal servis dan masa berlaku surat kendaraan hanya diingat-ingat, lalu armada berhenti mendadak.

Stok gudang meleset

Barang yang tercatat ada ternyata sudah keluar, atau barang masuk belum tercatat saat pesanan datang.

Modul

Isi sistem logistik.

Modul dipilih sesuai jenis usaha. Ekspedisi kecil mungkin cukup dengan pesanan dan pelacakan, sementara distributor butuh gudang dan rute.

Pesanan Kirim

Dari permintaan sampai tagihan.

  • Nomor resi dan label
  • Tarif per rute, berat, atau volume
  • Status kiriman untuk pelanggan
  • Tagihan dan piutang pelanggan

Gudang

Barang masuk, disimpan, dan keluar dengan catatan.

  • Penerimaan barang
  • Lokasi rak dan lorong
  • Pengambilan dan pengemasan
  • Stok opname

Armada

Data setiap kendaraan.

  • Kapasitas dan jenis kendaraan
  • Jadwal servis berkala
  • Pengingat masa berlaku surat kendaraan
  • Riwayat perbaikan

Penugasan dan Rute

Menyusun siapa membawa apa ke mana.

  • Pengelompokan kiriman per rute
  • Penugasan sopir dan kendaraan
  • Urutan titik antar

Aplikasi Sopir

Ponsel sopir menjadi surat jalan.

  • Daftar tugas hari ini
  • Foto dan tanda tangan penerima
  • Lokasi saat serah terima
  • Laporan kendala di jalan

Biaya dan Laporan

Melihat untung rugi tiap perjalanan.

  • Uang jalan dan bahan bakar
  • Biaya per rute dan per kendaraan
  • Ketepatan waktu kiriman
  • Rekap tagihan pelanggan
Cara Kerja

Satu kiriman, dari pesanan sampai serah terima.

Gambaran alur harian setelah sistem berjalan. Urutannya disesuaikan dengan cara kerja tiap usaha.

pustekno · jalur-rakitilustrasi alur

            
Yang Perlu Disiapkan

Bekal sebelum mulai.

Data

  • Daftar kendaraan dan sopir
  • Daftar rute dan tarif
  • Daftar pelanggan tetap
  • Daftar barang dan lokasi gudang bila ada

Perangkat

  • Ponsel Android untuk sopir
  • Komputer untuk admin
  • Printer label dan pemindai bila memakai gudang

Kesepakatan

  • Status kiriman yang dipakai
  • Bukti serah terima yang dianggap sah
  • Siapa yang menyetujui uang jalan
Tanya Jawab

Pertanyaan yang sering diajukan.

01Apakah harus memasang alat pelacak di kendaraan?
Tidak harus. Lokasi bisa diambil dari ponsel sopir pada saat tertentu, misalnya ketika berangkat dan saat serah terima. Alat pelacak kendaraan bisa disambungkan bila usaha sudah memakainya.
02Bagaimana bila sopir berada di daerah tanpa sinyal?
Aplikasi sopir dirancang agar tetap bisa mencatat bukti serah terima saat sinyal lemah, lalu mengirimkannya ketika koneksi kembali.
03Apakah pelanggan bisa melacak kirimannya sendiri?
Bisa. Pelanggan memasukkan nomor resi dan melihat status terakhir tanpa perlu menelepon admin.
04Apakah cocok untuk distributor yang mengantar ke toko-toko?
Cocok. Modul rute dan aplikasi sopir dapat dipakai untuk kunjungan rutin ke banyak toko, termasuk pencatatan pesanan ulang dan penagihan.
05Bisakah tarif berbeda untuk tiap pelanggan?
Bisa. Tarif umum per rute dapat dilengkapi dengan tarif khusus untuk pelanggan kontrak.
06Apakah sistem bisa tersambung dengan aplikasi lain?
Sistem dapat disambungkan dengan toko online, sistem akuntansi, atau sistem pelanggan melalui antarmuka pemrograman, sesuai kemampuan sistem di sisi lain.
07Apakah data kiriman lama bisa dipindahkan?
Data pelanggan, rute, dan tarif dapat diimpor dari lembar kerja. Riwayat kiriman lama biasanya cukup disimpan sebagai arsip.
08Berapa biayanya?
Biaya bergantung pada modul, jumlah kendaraan, dan jumlah pengguna. Rinciannya dibahas setelah alur kerja dipetakan, dan harga terbaru tersedia di area Mitra.
09Bagaimana dengan kiriman yang memakai jasa pihak lain?
Kiriman yang diteruskan ke ekspedisi lain tetap bisa dicatat beserta nomor resi mitranya, sehingga riwayat barang tidak terputus di tengah jalan.
10Siapa yang bisa melihat biaya perjalanan?
Hak akses diatur per peran. Sopir hanya melihat tugas dan uang jalannya sendiri, admin melihat kiriman, dan pemilik melihat laporan biaya serta laba per rute.
Mulai

Lacak kiriman pertama.

Ceritakan jenis barang, rute, dan jumlah armada yang dikelola. Tim akan membantu memetakan alur dari pesanan sampai serah terima, lalu menyusun rencana yang masuk akal.