Langsung ke isi
SOLUSI · PARIWISATA
Solusi · Layanan dan Wisata

Destinasi yang mudah ditemukan dan dikunjungi.

Portal destinasi, tiket masuk, paket wisata, homestay, dan pemandu dalam satu sistem. Wisatawan merencanakan perjalanan dengan mudah, dan pengelola tahu siapa yang datang dan kapan.

Untuk Siapa

Untuk pengelola destinasi, dari desa sampai kabupaten.

Keindahan sebuah tempat baru terasa manfaatnya bila orang bisa menemukannya, datang dengan nyaman, dan ingin kembali.

Nusantara punya destinasi yang tak terhitung: pantai, gunung, air terjun, kampung adat, situs sejarah, sampai kuliner khas. Banyak di antaranya dikelola oleh kelompok sadar wisata, BUMDes, atau pengelola swasta kecil yang belum punya cara rapi untuk menerima pengunjung, menjual paket, dan mencatat pendapatan.

Sistem ini disusun untuk desa wisata dan kelompok sadar wisata yang mengelola homestay, paket, dan atraksi; pengelola destinasi seperti taman wisata, pantai, dan wahana yang menjual tiket masuk; operator tur dan pemandu yang menjual paket perjalanan; serta dinas pariwisata yang ingin memiliki portal promosi dan data kunjungan daerah.

Bentuknya dirancang khusus sesuai peran. Satu desa wisata mungkin hanya butuh halaman destinasi dan pemesanan homestay, sementara dinas pariwisata butuh portal yang menampilkan banyak destinasi beserta kalender acaranya.

Data kunjungan menjadi nilai tambah yang sering terlupa. Dengan tiket dan pemesanan yang tercatat, pengelola bisa melihat musim ramai, asal pengunjung, dan atraksi yang paling diminati, lalu memakainya untuk merencanakan kegiatan dan anggaran.

Masalah yang Sering Muncul

Hambatan yang biasa ditemui pengelola wisata.

Destinasinya menarik, tetapi jalurnya dari calon pengunjung sampai ke loket belum tersambung.

Sulit ditemukan

Informasi destinasi hanya ada di media sosial pribadi pengelola dan tidak lengkap soal jam buka, harga, dan akses.

Tiket kertas bocor

Karcis manual sulit dicocokkan dengan jumlah pengunjung dan uang yang disetor.

Pemesanan lewat pesan pribadi

Paket dan homestay dipesan lewat telepon pengurus, lalu ada pesanan yang terlupa atau dobel.

Pembagian hasil tidak jelas

Pendapatan dari paket yang melibatkan homestay, pemandu, dan penyedia makan dibagi tanpa catatan yang terbuka.

Tidak ada data kunjungan

Pengelola dan dinas tidak tahu pasti berapa pengunjung datang dan dari mana asalnya.

Promosi terputus

Acara dan festival daerah diumumkan mendadak, sehingga wisatawan luar daerah tidak sempat merencanakan perjalanan.

Modul

Isi sistem pariwisata.

Modul dipilih sesuai peran pengelola. Semua modul bisa dipakai dari ponsel, karena banyak pengelola bekerja langsung di lapangan.

Portal Destinasi

Wajah daring sebuah destinasi atau daerah.

  • Halaman atraksi dengan foto dan peta
  • Jam buka, harga, dan petunjuk akses
  • Kalender acara dan festival
  • Pilihan bahasa untuk wisatawan asing

Tiket Masuk

Tiket yang tercatat dan mudah diperiksa.

  • Penjualan di loket dan daring
  • Tiket dengan kode QR
  • Pemeriksaan tiket di gerbang
  • Rekap setoran per petugas

Paket Wisata

Paket yang dijual dengan jelas.

  • Rincian kegiatan dan harga paket
  • Jadwal dan kuota per tanggal
  • Uang muka dan pelunasan

Homestay

Rumah warga yang siap menerima tamu.

  • Daftar homestay dan fasilitasnya
  • Kalender ketersediaan kamar
  • Pembagian tamu ke homestay secara bergilir

Pemandu dan Mitra

Semua yang terlibat tercatat.

  • Jadwal pemandu
  • Penyedia makan, transportasi, dan atraksi
  • Pembagian hasil per paket

Data Kunjungan

Bahan untuk perencanaan.

  • Jumlah pengunjung harian dan musiman
  • Asal pengunjung
  • Pendapatan per atraksi
  • Laporan untuk pemerintah daerah
Cara Kerja

Satu kunjungan, dari mencari sampai pulang.

Gambaran alur setelah sistem berjalan di sebuah desa wisata.

pustekno · jalur-rakitilustrasi alur

            
Yang Perlu Disiapkan

Bekal sebelum mulai.

Isi

  • Foto dan cerita setiap atraksi
  • Daftar harga tiket dan paket
  • Petunjuk akses dan fasilitas

Mitra

  • Daftar homestay dan pemiliknya
  • Daftar pemandu dan penyedia layanan
  • Kesepakatan pembagian hasil

Pengelolaan

  • Pengurus yang memperbarui informasi
  • Petugas loket dan gerbang
  • Ponsel untuk memeriksa tiket
Tanya Jawab

Pertanyaan yang sering diajukan.

01Apakah cocok untuk desa wisata yang baru dirintis?
Cocok. Desa wisata bisa mulai dari portal destinasi dan pemesanan sederhana, lalu menambah tiket dan homestay saat pengunjung bertambah.
02Bagaimana bila sinyal di lokasi lemah?
Pemeriksaan tiket di gerbang dirancang agar tetap berjalan saat sinyal lemah, lalu menyelaraskan data ketika koneksi kembali.
03Apakah dinas pariwisata bisa memakai satu portal untuk banyak destinasi?
Bisa. Portal daerah dapat menampilkan banyak destinasi, masing-masing dikelola oleh pengelolanya sendiri dengan hak akses terbatas.
04Bagaimana pembagian hasil dengan homestay dan pemandu?
Setiap paket mencatat siapa saja yang terlibat dan porsinya. Laporan pembagian hasil bisa dilihat oleh semua pihak sesuai haknya.
05Apakah wisatawan asing bisa membaca portal?
Bisa disiapkan. Portal dapat memiliki pilihan bahasa, dan isi terjemahannya disiapkan bersama pengelola.
06Apakah pembayaran bisa nontunai?
Bisa disiapkan. Saluran pembayaran nontunai yang dipakai dibahas saat pemetaan, sesuai kebutuhan dan kemampuan pengelola.
07Apakah desa wisata yang dikelola BUMDes bisa sekalian mencatat keuangannya?
Bisa. Pembukuan unit usaha BUMDes dapat memakai Dumoro Finance, sehingga pendapatan wisata masuk ke laporan BUMDes.
08Bisakah portal tersambung dengan SmartGovt?
Bisa dirancang. Untuk pemerintah daerah yang memakai SmartGovt, data kunjungan dapat menjadi bagian dari dasbor daerah.
09Berapa biayanya?
Biaya bergantung pada modul, jumlah destinasi, dan jumlah mitra. Rinciannya dibahas setelah kebutuhan dipetakan, dan harga terbaru tersedia di area Mitra.
Mulai

Buka pintu destinasi.

Ceritakan destinasi yang dikelola, siapa saja yang terlibat, dan cara pengunjung datang saat ini. Tim akan membantu memetakan alurnya, lalu menyusun rencana yang masuk akal.